Tim Sibela Dorong Inovasi Paving Block Eco-Brick dari Sampah Plastik dan Minyak Jelantah di Jailolo
Tim Sibela Dorong Inovasi Paving Block Eco-Brick dari Sampah Plastik dan Minyak Jelantah di Jailolo
Ternate, 23 Juni 2026 oleh apt. Aditya Sindu Sakti, M.Si.
Jailolo — Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dan S1 Teknik Mesin melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 dengan Nomor Kontrak Induk: 156/C3/DT.05.00/PM/2026 menggelar pelatihan pembuatan paving block eco-brick berbahan sampah plastik dan minyak jelantah bagi masyarakat Desa Gufasa, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan ini menyasar mitra produktif nelayan Desa Gufasa serta sejumlah pemuda desa yang berasal dari keluarga nelayan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan limbah, inovasi teknologi tepat guna, dan penguatan ekonomi lokal. Pelatihan dilaksanakan oleh Tim Sibela (Sistem Berkelanjutan Pengolahan Limbah) yang diketuai oleh apt. Amran Nur, M.Kes., dengan anggota apt. Aditya Sindu Sakti, M.Si., apt. Sandrawati, M.Si, serta Ir. Bambang Tjiroso, S.T., M.Eng., IPP. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman mengenai persoalan sampah, tetapi juga dilatih untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu dikenalkan pada konsep pengelolaan sampah berbasis komunitas. Materi awal mencakup pengenalan bank sampah, pemilahan sampah plastik, serta pemisahan sampah organik dan anorganik. Pendekatan ini diberikan agar masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan secara sporadis, melainkan perlu dibangun sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan di tingkat desa. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan menjadi dua jenis produk. Sebagian sampah plastik diolah menjadi kerajinan tangan oleh kelompok Dasawisma Desa Gufasa. Sementara itu, sebagian lainnya dicacah menggunakan mesin pencacah plastik untuk dijadikan bahan utama pembuatan paving block eco-brick.
Proses pembuatan paving block eco-brick dilakukan dengan mencampurkan cacahan plastik dan minyak jelantah. Campuran tersebut kemudian dipanaskan hingga meleleh, lalu dicetak menggunakan alat kempa sampai membentuk paving block. Teknologi ini dinilai sederhana, aplikatif, dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat desa. Inovasi tersebut menjadi penting karena sampah plastik dan minyak jelantah merupakan dua jenis limbah yang kerap menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Sampah plastik sulit terurai secara alami, sedangkan minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air. Melalui pelatihan ini, kedua jenis limbah tersebut diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Selain memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan, teknologi paving block eco-brick juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Produk paving block yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan infrastruktur sederhana di lingkungan desa, sekaligus dapat dikembangkan sebagai produk bernilai jual. Dengan demikian, program ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi nelayan dan pemuda desa. Teknologi pembuatan paving block eco-brick tersebut sebelumnya telah diterapkan di Kota Tidore Kepulauan melalui Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM Berdampak Kemdiktisaintek Tahun 2025. Dalam program tersebut, Universitas Khairun berhasil meraih peringkat ketiga dalam kategori teknologi dan inovasi terbaik. Pengalaman tersebut menjadi dasar penguatan program serupa di Desa Gufasa agar manfaat inovasi dapat diperluas ke masyarakat pesisir lainnya.
Kepala Desa Gufasa, M. Dahri Is Takome, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian tersebut. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam pengelolaan sampah plastik dan limbah minyak jelantah. “Program ini sejalan dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat Desa Gufasa, khususnya terkait pengelolaan sampah dan limbah minyak jelantah. Kami melihat kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi program berkelanjutan yang dapat memberdayakan masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi,” ujar M. Dahri Is Takome. Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan melalui keterlibatan masyarakat, kelompok nelayan, pemuda desa, serta kelompok Dasawisma. Menurutnya, apabila dikelola secara konsisten, program ini dapat menjadi model pemberdayaan desa berbasis lingkungan dan inovasi teknologi tepat guna.
Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, kelompok nelayan, pemuda, dan kelompok perempuan desa menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan dapat ditangani melalui pendekatan edukatif, produktif, dan berkelanjutan. Program Sibela di Desa Gufasa juga menjadi contoh bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat diarahkan menjadi gerakan ekonomi kreatif masyarakat. Dari sampah plastik dan minyak jelantah, masyarakat diperkenalkan pada peluang baru untuk menciptakan produk, menambah pendapatan, dan memperkuat kesadaran lingkungan di tingkat desa.
HUBUNGI KAMI
Alamat:
Jl. Pertamina Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate Selatan.
E-mail:
Telepon/Fax:
0921-3110901
0921-3110903
Hak Cipta © 2025 Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun