Mahasiswa Farmasi Universitas Khairun Teliti Potensi Air Mineral dan Demineral sebagai Alternatif Akuades di Laboratorium
Mahasiswa Farmasi Universitas Khairun Teliti Potensi Air Mineral dan Demineral sebagai Alternatif Akuades di Laboratorium
Ternate, 19 Juni 2026 oleh apt. Aditya Sindu Sakti, M.Si.
Ternate — Keterbatasan pasokan akuades dalam kegiatan praktikum laboratorium masih menjadi tantangan bagi sejumlah institusi pendidikan di wilayah kepulauan, termasuk Maluku Utara. Kondisi geografis yang bergantung pada distribusi jalur laut membuat ketersediaan akuades kerap mengalami keterlambatan, sementara biaya pengadaannya relatif tinggi. Berangkat dari persoalan tersebut, tim mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Khairun melakukan penelitian mengenai potensi pemanfaatan air mineral dan air demineral sebagai pelarut alternatif dalam kegiatan praktikum laboratorium. Penelitian ini dilakukan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Fachrul Reza, Magfira Ibrahim, Kiki Aulia Fadel, dan Sitty Humairah, di bawah bimbingan apt. Abulkhair Abdullah, S.Farm., M.Farm. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Februari 2026 di Laboratorium Farmasi Universitas Khairun, Ternate. Fokus utama penelitian ini adalah menguji apakah air mineral dan air demineral yang mudah ditemukan di pasaran dapat digunakan sebagai pengganti akuades dalam praktikum tertentu tanpa menurunkan mutu hasil pengujian. Pengujian dilakukan melalui beberapa parameter fisikokimia, yaitu derajat keasaman atau pH, Total Dissolved Solids atau TDS, Electrical Conductivity atau EC, serta analisis spektrum serapan ultraviolet menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti mengambil empat sampel air mineral yang diproduksi di Kota Ternate dan dua sampel air demineral yang berasal dari luar daerah. Seluruh sampel kemudian dibandingkan dengan akuades sebagai standar acuan. Pengukuran pH, TDS, dan EC dilakukan menggunakan water quality tester, sedangkan analisis spektrum ultraviolet dilakukan pada rentang panjang gelombang 200–400 nm untuk melihat kemungkinan adanya senyawa terlarut yang dapat memengaruhi kualitas pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki nilai pH yang masih berada dalam rentang standar air murni. Artinya, dari sisi derajat keasaman, sampel air mineral maupun air demineral secara umum memenuhi syarat dasar sebagai pelarut. Namun, perbedaan mulai tampak pada parameter TDS dan EC. Nilai TDS dan EC menunjukkan variasi kandungan ion serta mineral terlarut pada masing-masing sampel.
Air demineral menjadi sampel yang karakteristiknya paling mendekati akuades karena memiliki nilai TDS dan EC yang rendah. Beberapa sampel air mineral juga menunjukkan nilai yang relatif rendah sehingga berpotensi digunakan dalam kegiatan praktikum tertentu. Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa penggunaan air mineral sebagai pelarut alternatif tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Hasil analisis spektrofotometri UV memperlihatkan bahwa sebagian sampel air mineral menunjukkan adanya serapan pada daerah ultraviolet. Temuan ini mengindikasikan kemungkinan keberadaan zat terlarut yang dapat memengaruhi hasil analisis laboratorium. Dengan demikian, tidak semua air mineral dapat langsung digunakan sebagai pelarut alternatif, terutama untuk praktikum yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi.
Ketua tim penelitian, Fachrul Reza, mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kendala ketersediaan akuades di Maluku Utara. “Penelitian ini kami lakukan sebagai upaya mencari solusi terhadap keterbatasan ketersediaan akuades di Maluku Utara. Setelah dilakukan penelitian, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa air demineral memiliki karakteristik yang sangat mendekati akuades sehingga berpotensi menjadi alternatif yang lebih mudah diakses untuk kegiatan praktikum,” ujar Fachrul Reza.
Sementara itu, dosen pendamping penelitian, apt. Abulkhair Abdullah, S.Farm., M.Farm., menilai hasil penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi laboratorium pendidikan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap akuades. “Penelitian ini memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi laboratorium pendidikan, terutama dalam menentukan jenis air yang tepat digunakan sebagai pelarut praktikum ketika akuades tidak tersedia,” ujar Abulkhair. Penelitian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi pendidikan, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat di wilayah kepulauan. Bagi laboratorium pendidikan, hasil penelitian dapat menjadi dasar pertimbangan dalam memilih sumber air alternatif yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dalam melakukan analisis laboratorium, pengukuran parameter fisikokimia, serta pengolahan data ilmiah secara sistematis.
Secara lebih luas, penelitian ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan dan praktikum. Di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, ketersediaan bahan laboratorium sering kali dipengaruhi oleh distribusi, biaya, dan waktu pengiriman. Karena itu, kajian terhadap alternatif bahan praktikum menjadi penting agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengabaikan kualitas dan validitas hasil pengujian. Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, tim peneliti menekankan bahwa penggunaan air mineral dan air demineral sebagai pelarut alternatif tetap harus mempertimbangkan jenis praktikum dan kebutuhan akurasi analisis. Air dengan kandungan ion tinggi atau yang menunjukkan serapan ultraviolet tetap memerlukan proses pemurnian tambahan sebelum digunakan dalam pengujian yang sensitif.
Ke depan, penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji pengaruh penggunaan air alternatif pada berbagai jenis praktikum dan metode analisis. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada pengujian karakteristik fisikokimia, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pedoman praktis bagi laboratorium pendidikan. Melalui penelitian ini, Universitas Khairun menunjukkan komitmennya dalam mendukung riset mahasiswa yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di daerah. Temuan mengenai potensi air demineral dan beberapa jenis air mineral sebagai alternatif akuades diharapkan dapat membantu institusi pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan, dalam mengoptimalkan kegiatan praktikum secara lebih efisien, ekonomis, dan tetap berbasis standar ilmiah.
HUBUNGI KAMI
Alamat:
Jl. Pertamina Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate Selatan.
E-mail:
Telepon/Fax:
0921-3110901
0921-3110903
Hak Cipta © 2025 Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun