PKM BEM Berdampak 2025 Unkhair Dorong Transformasi Sanitasi dan Ekonomi Hijau di Cobodoe–Tidore
PKM BEM Berdampak 2025 Unkhair Dorong Transformasi Sanitasi dan Ekonomi Hijau di Cobodoe–Tidore
Ternate, 10 April 2025 oleh apt. Aditya Sindu Sakti, M.Si.
Tidore Kepulauan — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) BEM Berdampak 2025 dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Cobodoe, Kota Tidore Kepulauan, dengan menghadirkan dua kelompok mitra utama yakni Kelompok Nelayan Tidore dan Kelompok Dasawisma Cimpedak. Kegiatan ini diprakarsai oleh 20 mahasiswa BEM FKIK Unkhair dari program studi Pendidikan Dokter, Farmasi, dan Psikologi, dengan pendampingan para dosen pengampu: apt. Amran Nur, M.Kes.; apt. Aditya Sindu Sakti, S.Farm., M.Si.; serta Ir. Bambang Tjiroso, S.T., M.Eng. Program pengabdian bertema “Transformasi Sanitasi Berbasis Teknologi Kempa Serbaguna untuk Produksi Paving Block Ecobrick dan Inovasi Eco-Herbal di Kota Tidore Kepulauan” ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek.
Dalam implementasinya, tim PKM memberikan edukasi dan praktik langsung kepada Kelompok Nelayan Tidore mengenai pengelolaan sampah anorganik melalui teknologi kempa serbaguna untuk menghasilkan paving block ecobrick yang kokoh dan bernilai ekonomis. Melalui kegiatan ini, para nelayan diajak memahami bahwa sampah plastik tidak hanya dapat merusak ekosistem pesisir, tetapi juga dapat diolah menjadi produk konstruksi yang bermanfaat dan berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, tim PKM turut mengenalkan sistem bank sampah sebagai mekanisme pengelolaan sampah terpadu, di mana peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemilahan, penyetoran, pencatatan, hingga pemanfaatan nilai ekonomi sampah rumah tangga.
Pada Kelompok Dasawisma Cimpedak, tim PKM memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme melalui proses fermentasi buah dan sayuran. Cairan ecoenzyme yang dihasilkan memiliki beragam manfaat seperti pembersih rumah tangga alami, pupuk tanaman, cairan penghilang bau, antiseptik ringan, hingga larutan pengendali hama yang ramah lingkungan. Pelatihan tidak berhenti di situ; peserta juga diajarkan membuat produk eco-herbal berbasis potensi lokal berupa Korempa (kopi rempah kempa), yang memanfaatkan kopi, pala, cengkeh, dan kayu manis—komoditas unggulan Kota Tidore Kepulauan. Selain itu, tim turut membimbing pembuatan sabun rempah pala–cengkeh dari limbah minyak jelantah, menghadirkan inovasi pengurangan limbah domestik sekaligus membuka peluang usaha mikro berbasis produk alami. Pelatihan sabun rempah ini menghadirkan narasumber ahli kosmetik, Eva Syariefach Rachman, B.Sc., M.Farm., yang memberikan materi formulasi, keamanan bahan, serta teknik produksi rumahan yang sesuai standar.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM BEM Berdampak 2025 ini tidak hanya memperkenalkan teknologi ramah lingkungan dan inovasi berbasis sumber daya lokal, tetapi juga menguatkan literasi masyarakat mengenai sanitasi berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat setempat, program ini diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata yang memperbaiki kualitas lingkungan, meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah, serta membuka peluang usaha baru bagi keluarga nelayan dan kelompok dasawisma di Kota Tidore Kepulauan.
DOKUMENTASI VIDEO
HUBUNGI KAMI
Alamat:
Jl. Pertamina Kampus II Unkhair Gambesi Kota Ternate Selatan.
E-mail:
Telepon/Fax:
0921-3110901
0921-3110903
Hak Cipta © 2025 Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun